CRITICAL BOOK REPORT
PEMILIHAN MEDIA
DOSEN PENGAMPU: DRA. RATNA TANJUNG, M.Pd
Disusun Oleh :
Nama Mahasiswa : DIAN DORKAS PENTARIA BR PANDIANGAN
Nim : 4183321033
Mata Kuliah :STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Kelas : FISIKA DIK C 2018
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKADAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada
penulis, sehingga dapat menyelesaikan tugas ini.
Adapun yang menjadi judul tugas saya adalah “Critical Book Report”. Tujuan saya menulis makalah ini yang utama untuk memenuhi tugas dari
dosen pembimbing saya “Dra. Ratna Tanjung , M.Pd.”dalam mata kuliah “Strategi Belajar Mengajar ” dan diharapkan pembaca dapat memahami dan
mengerti tentang teknik samping serta dapat memahami faktor dan hal-hal yang berhubungandengan buku ini.
Jika dalam penulisan makalah saya terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan dalam penulisannya, maka kepada para pembaca, penulis
memohon maaf sebesar-besarnya atas koreksi-koreksi yang telah dilakukan. Hal tersebut semata-mata agar menjadi suatu evaluasi dalam
pembuatan tugas ini.
Mudah-mudahan dengan adanya pembuatan tugas ini dapat memberikan manfaat berupa ilmu pengetahuan yang baik bagi penulis maupun bagi
para pembaca.
Medan, 21 MARET 2019
Penulis,
Dian Dorkas Pentaria Br Pandiangan
Nim.4183321033
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Mengkritik buku adalah kegiatan untuk melatih berpikir secara kritis dalam mencari informasi yang diberikan buku. Di dalam mengkritik buku, mahasiswa memiliki metode masing – masing dalam mengkritis buku dengan mudah dan yang baik. Mengkritik buku dapat membantu mahasiswa untuk semakin dalam mengingat materi pelajaran yang ada dalam isi buku. Karena kegiatan mengkritik buku membutuhkan pemikiran dan pemahaman yang mendalam tentang suatu materi yang ada dalam buku. Mengkritik buku juga memerlukan pandangan yang luas dalam keadaan nyata dilingkungan sekitar. Dan dalam mengkritik buku (Critical Book Report) kita juga dapat membandingkan dua buku yang terbaik sebagai bahan belajar. Membandingkan kualitas buku – buku baik dalam segi perbandingan deskripsi materi, dan kelebihan serta kekurangan dari berbagai sudut pandangan buku.
1.2. Tujuan Penulisan
Ada beberapa tujuan dalam penulisan Critical Book Report ini, yaitu:
1. Dapat mengulas satu bab materi tentang pemilihan media dengan menilai sebuah buku.
2. Mencari dan mengetahui informasi mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan media pembelajaran
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam menilai informasi yang diberikan pada buku.
4. Membandingkan isi buku, dengan mencari kelemahan dan kelebihan dari buku yang telah di kritik.
1.3. Manfaat Penulisan
Ada beberapa manfaat dalam penulisan Critical Book Report ini, yaitu:
1. Dapat memahami lebih dalam tentang dalam pemilihan media pembelajaran .
2. Dapat mengetahui buku mana yang lebih baik digunakan sebagai tambahan sumber pembelajaran.
INDENTITAS BUKU
Identitas buku
Buku 1 PERENCANAAN PENGAJARAN ,Drs.Harjanto ,ISBN 979-518-720-1,Penerbit PT. RINEKA CIPTA,Tahun terbit 1997,Kota terbit Solo,Bahasa indonesia
Buku 2 MEDIA PENDIDIK (pengertian, pengembangan dan pemanfaatanya, Dr.Arief S. Sadiman, M.Sc, ISBN 979-421-025-0 4, PT. RAJAGRAFINDO PERSADA,Tahun terbit 1993,Kota terbit Jakarta ,Bahasa indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.2 Ringkasan Isi Buku
BUKU UTAMA
A. PENDAHULUAN
1. PEMILIHAN MEDIA
1.1 Media Jadi dan Media Rancangan
Di tinjau dari kesiapan pengadaannya, media di kelompokkan menjadi dua jenis yaitu media jadi kerna sudah merupakan komoditi perdagangan dan terdapat dipasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization ), dan media rancangan karena perlu di rancang dan di persiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu ( media by design ). Masing – masing media ini memiliki kelebihan dan keterbatasannya. Kelebihan dari media jadi adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya.
Sebaliknya untuk mempersiapkan media yang di rancang secara khusus untuk memenuhi kebutuha tertentu akan memeras banyak waktu, tenaga maupun biaya karena untuk mendapatkan keandalan dan kesahihannya diperlukan serangkaian kegiatan validasi prototipnya. Adapun kekurangannya dari media jadi ialah kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan pembelajaran setempat. Mungkin faktor waktu,tenaga, dan biaya ini di kaitkan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modren yang menyebabkan banyak negara berkembang memilih media jadi baik untuk di angkat secara utuh.
1.2 Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
Beberapa penyebab mengapa orang memilih media antara adalah
a. Bermaksud mendemostrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media,
b. Merasa sudahakrab dengan media tersebut
c. Ingin memberikan gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit, dan
d. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.
Jadi dasar pertimbangan untuk memilih sesuatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang di inginkan atau tidak. Mc. Connel(1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah,”If The Medium Fits, Use It”.
1.3 Kriteria Pemilihan Media
Profesor Ely dalam kuliahnya di Fakultas Pasca Sarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwasannya media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah di ketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber prosedur penilaiannya juga perlu di pertimbangkan
Dalam hubungan ini Dicky dan Carey 91978) menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu:
1. Ketersediaan sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak dapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat
sendiri.
2. Apakah untuk membeli atau memproduksisendiri tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya.
3. Faktor yang me yangkur keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya bisa digunakan dimana
pun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapan pun serta mudah di jinjing dan di pindahkan.
4. Efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.
Sebab ada sejenis media yang biaya produksi nya mahal
Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai,tidak memakai,atau mengadaptasikan media yang bersangkutan.
1.4 Model/ Prosedur Pemilihan Media
Bila di lihat dari bentuknya dapat di kelompokkan menjadi tiga model :
Model Flowchart yang menggunakan sistem pengangguran(atau eliminasi) dalam pengambilan keputusan pemilihan, model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya di identifikasi, dan model checklist yang juga menangguhkan keputisan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan , namun model checklist lebih sesuai untuk membakukan prosedur pemilihan media jadi, model matriks lebih serasi untuk digunakan dalam pemilihan media rancangan, sedangkan model flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi maupun media rancangan.
BUKU PEMBANDING
A. PENDAHULUAN
2.1 Pemilihan Media
Ada bebrapa jenis media pendidikan yang biasa digunakan dalam proses pengajaran :
1. Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram,poster,kartun,komik dan lain lain. Media grafis sering juga disebut media
dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar.
2. Media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model seperti model padat(solid model), model penampang, model susun, model kerja,
mock up, diorama dan lain lain.
3. Media proyeksi seperti slide, filmstrip, film, penggunaan OHP dan lain lain.
4. Penggunaan lingkupan sebagai media pendidikan.
Faktor- faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap pemilihan prioritas pengadaan media pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif
2. Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif
3. Kemudahan pengadaan media pendidik edukatif
Berdasarkan ketiga faktor tersebut, maka dalam memberikan prioritas pengadaan media pendidikan perlu diadakan pengukuran untuk ketiga faktor tersebut sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan disekolah. Pengetahuan tentang keunggulan dan keterbatasan setiap jenis media menjadi penting, sehingga guru dapat memperkecil kelemahan atas media yang di pilih atau guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki. Pemilihan sekaligus pemanfaatan media perlu memperbaiki kriteria berikut ini :
1. Tujuan
Media hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah di rumuskan
2. Keterpaduan (validitas )
Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajarin.
3. Keadaan peserta didik
Kemampuan daya pikir dan daya tangkap peserta didik dan besar kecilnya kelemahan peserta didik perlu dipertimbangkan
4. Ketersediaan
Pemilihan perlu memperhatikan ada/tidak media tersedia diperpustakaan/ di sekolah serta mudah sulitnya diperoleh
5. Mutu teknis
Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik
6. Biaya, hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan apakah seimbang dengan hasil yang di capai serta ada kesesuaian atau
tidak.
2.2 Media Pengajaran dan Manfaatnya
Ada dua alasan, mengapa media pendidikan dapat berkenaan dengan manfaat media pendidikan dalam proses belajar siswa antara lain :
1. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih di pahami oleh para siswa dan kemungkinan siswa menuasai tujuan
pengajaran lebih baik.
2. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tiodak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga
3. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain
4. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.3 Arti media pengajaran
Ada beberapa tafsiran tentang pengertian media pengajaran. Beda hal nya seperti yang di ungkapkan oleh Marshall Mcluhan, media adalah
suatu
ekstensi amnusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsungn dengan dia.
Pendapat lainnya yang dapat disebut berada di antara kedua pendapat yang sangat ekstrim tersebut merumuskan media arti sempit dan dalam
arti luas.
Dalam arti sempit, media pengajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana, sedangkan
dalam arti arti luas, media tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks akan tetapi juga mencakup alat-alat sederhana,
seperti: slide, fotografi, diagram dan bagan buatan guru, objek-objek nyata serta kunjungan ke luar sekolah
Romiszowski merumuskan media pengajaran .... as the carriers of massages, from some transmitting source (which may be a human being or an
intimate object) , to the receiver of the massage(which is our case is the learner0. Penyampaian pesan ( carriers of information) berinteraksi
dengan siswa melalui pengindriaannya.
2.4 Memilih Media Pengajaran
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam usaha memilih media pengajaran, yakni
a. Dengan cara memilih media yang telah tersedia di pasaran yang dapat di beli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pengajaran.
Pendekatan ini sudah tentu membutuhkan biaya untuk membelinya, lagipula belum tentu media itu cocok buat penyampaian bahan pelajaran dan
dengan
kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa
b. Memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus
dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan.
Dewasa ini pendekatan kedua ini banyak digunakan oleh guru-guru, yakni dengan mempertimbangkan bahan pelajaran yang akan disampaikan,
serta kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Kecocokan terhadap kedua hal ini menjadi dasar pertimbangan apakah suatu media
dipilih atau tidak dipilih. Dalam hubungan ini berlaku prinsip ”selection by rejection”
Kelebihan dan kekurangan buku
A. KELEBIHAN
1. Kelebihan buku utama
a. Pada buku pertama pengarang terlebih dahulu memberikan kompetensi dasar dan indikator keberhasilan terlebih dahulu dihalaman depan pada
bab pemilihan media
b. Pada buku pertama lebih dijelaskan materi tentang bagaimana guru dalam memilih media pembelajaran .
c. Pada buku ini pengarang sangat
terperinci menjelaskannya, pengarang menjelaskan faktor-faktor dalam meprtimbangkan dalam emmilih meida pembelajaran sehingga pembaca
lebih memhaminya.
2. Kelebihan buku pembanding
a. Pada buku pembanding pengarang menjelaskan arti media dengan baik dan menggunakan bahasa yang tidak kaku bahasa dapat dipahami dan
dimengerti dengan baik oleh pembaca.
b. Pada buku pembanding lebih tepat dalam menjelaskan pemilihan media pembelajaran dan bahasanya tidak bertele-tele dalam menjelaskan
B. KEKURANGAN
1. Kekurangan buku utama
a. Pada buku utama materi tentang faktor dalam pemilihan media pembelajaran pengarang menjelaskannya kurang lengkap.
b. Pada cover buku pertama pengarang kurang dalam mendesain cover sehingga membuat pembaca kurang tertarik untuk melihat penampilan
covernya.
2. Kekurangan buku pembanding
a. Pada cover buku pembanding pengarang kurang dalam mendesain cover sehingga membuat pembaca kurang tertarik untuk melihat penampilan
covernya
b. Pada buku pembanding tulisan sangat kecil sehingga sulit di baca oleh sipembaca
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada pemilihan metode pembelajaran harus di sesuaikan keadaan dan kondisi. Guru hanya memilih pengajaran yang bermanfaat dan tidak memilih
media yang tak dipakai. Disamping itu, segi ekonomis dan hambatan-hambatan praktis yang mungkin di hadapin oleh siswa dan guru juga menjadi
dasar pertimbangkan dalam memilih media pembelajaran .
Penggunaan media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah berkenaan dengan taraf berfikir siswa. Taraf berfikir
manusia mengikuti tahap perkembangan di mulai dan berpikir konkret menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju
berpikir kompleks
B. SARAN
Untuk buku buku selanjutnya saya berharap penulis lebih memperhatikan tulisan dan ejaan supaya si pembaca tidak kesulitan dalam membaca,
dengan ukuran tulisan normal dapat membantu si pembaca nyaman dalam mambaca buku tersebut .
Dalam meningkatkan kualitas buku dan dapat mengeluarkan buku buku yang baru diperlukan saran . kepada pembaca semoga makalah ini dapat di
pergunakan dalam meningkatkan pembelajaran
DAFTAR PUSTAKA
Harjanto.,Drs.1997.PERENCANAAN PENGAJARAN. Solo:Pt. Rineka Cipta
Sadiman.,Arif S Dr.1993.MEDIA PENDIDIKAN PENGERTIAN,PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATNYA.Jakarta: Pt Rajagrafindo Persada